SROI Tracking APP menjembatani pencatatan fisik dan serapan anggaran dengan valuasi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang riil dirasakan masyarakat menggunakan metodologi Social Return on Investment.
Validasi Formula
100% Deterministik
Faktor Koreksi
4 Parameter SROI
Model Data
Multi-Organisasi
Analisis Dampak
AI Executive Insight
Capaian Fisik
85.0%
Total Investasi
Rp 1,50 M
Rasio SROI
2.41x
Selama bertahun-tahun, kesuksesan proyek pembangunan publik hanya dievaluasi melalui dua indikator dasar: persentase serapan anggaran dan rampungnya konstruksi fisik. Namun, apakah proyek tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga?
Fokus terbatas pada masukan (Input) dan keluaran (Output)
Akuntabilitas komprehensif hingga ke nilai manfaat nyata (Outcome)
Mendukung pendaftaran proyek 5-tahap lengkap dengan kodefikasi nasional, validasi hierarki lokasi 4 tingkat (Provinsi hingga Desa), serta alokasi anggaran komponen biaya.
Perhitungan Amount Impact dan Net Impact dilakukan 100% deterministik pada backend dengan presisi desimal tinggi tanpa intervensi data buatan (zero hallucination).
Meringkas tren, metrik kesehatan proyek, dan rekomendasi tindak lanjut ke dalam bahasa eksekutif yang siap dicetak sebagai dokumen evaluasi resmi pimpinan.
Sesuai prinsip pedoman SROI internasional dan docs/business-rule.md, dampak kotor proyek selalu dikoreksi oleh 4 variabel penyesuaian untuk menghasilkan Net Impact yang akurat.
Sistem pertama-tama mengalikan kuantitas dampak yang dirasakan warga dengan nilai Financial Proxy (harga bayangan per unit). Setelah itu, faktor koreksi dikurangkan secara proporsional.
Amount Impact = Sasaran Dampak × Financial Proxy
Net Impact = Amount Impact × (1 - DW) × (1 - ATT) × (1 - DISP) × (1 - DROP)
Rasio SROI = Total Net Impact ÷ Total Pagu/Investasi
Penetapan nilai uang per satuan manfaat (misal: Rp 25.000 per jam waktu tempuh) berdasarkan rujukan hukum, BPS, atau survei resmi.
Persentase perubahan atau manfaat yang sejatinya akan tetap terjadi meskipun proyek pemerintah ini tidak pernah dilaksanakan.
Porsi kontribusi keberhasilan proyek yang disebabkan oleh intervensi pihak lain, mitra donor swasta, atau program OPD lainnya.
Displacement memperhitungkan pergeseran masalah ke wilayah lain; Drop-off memperhitungkan penurunan efektivitas manfaat seiring berjalannya waktu.
Dirancang sesuai mandat Peraturan Pemerintah mengenai pemantauan evaluasi pembangunan, perlindungan integritas data, dan kemudahan bagi staf lapangan.
Alur pendaftaran proyek bertahap: Identitas, Wilayah 4 tingkat (Provinsi–Desa), Pagu & Rincian Komponen Biaya, Target KPI terbobot (100%), dan Penugasan Tim Aparatur.
Penguncian status proyek sebelum milestone disusun. Laporan berkala mencatat realisasi anggaran per mata anggaran dengan kontrol pencegahan overspending.
Pemisahan peran secara tegas antara kelompok Penerima Manfaat (warga masyarakat) dan Investor / Vendor mitra proyek untuk menjaga keabsahan survei dampak.
Penyimpanan data indikator hasil dengan kewajiban mencantumkan sumber dasar rujukan data (BPS, jurnal ilmiah, regulasi daerah) guna menjamin akuntabilitas pemeriksaan BPK/Inspektorat.
Ekstraksi wawasan kualitatif berbasis AI yang menganalisis kinerja fisik, keuangan, serta rasio SROI ke dalam bentuk narasi manajerial dan berkas PDF siap cetak.
Setiap instansi pemerintah memiliki isolasi data ketat di backend (ADR-002). Administrator hanya dapat melihat proyek instansinya, dilengkapi otentikasi NIP aman.
Proses yang terstruktur dan mudah diikuti oleh aparatur di setiap tingkat jabatan organisasi.
Administrator mendaftarkan pagu, lokasi wilayah, KPI, dan anggota tim proyek.
Pelaksana membuat target tahapan dan menyampaikan laporan kemajuan fisik rutin.
Menghubungkan kelompok penerima manfaat dengan indikator hasil dan proksi keuangan.
Menetapkan parameter Deadweight, Attribution, Displacement, dan Drop-off pada laporan.
Sistem menyajikan rasio akhir, skor kelayakan, dan rekomendasi bagi pimpinan daerah.
Uji coba formula resmi SROI Tracking APP. Ubah nilai input proyek atau geser faktor penyesuaian untuk melihat bagaimana Net Impact dan Rasio SROI terbentuk secara transparan.
Nilai manfaat bersih berbanding modal anggaran
Setiap Rp 1,00 belanja anggaran menghasilkan nilai manfaat sosial terverifikasi sebesar Rp 2,41 bagi masyarakat. Kategori ini termasuk Sangat Efektif & Berdampak Tinggi.
Hak akses dan fungsi disesuaikan secara proporsional sesuai dengan tanggung jawab kedinasan.
Memonitor dasbor eksekutif, rasio SROI agregat, dan menerima ringkasan AI untuk pertimbangan alokasi APBD periode berikutnya.
Mendaftarkan setup proyek, mengatur alokasi pagu, menentukan indikator target KPI, dan mendaftarkan tim aparatur instansi.
Menyusun rencana milestone kegiatan, menyampaikan laporan progres fisik berkala, mengunggah eviden, dan mencatat serapan biaya.
Memetakan penerima manfaat, memasukkan survei outcome lapangan, menetapkan proksi keuangan, dan menyusun laporan investasi SROI.
Penjelasan mengenai integrasi sistem dan operasional bagi instansi pemerintah.
Masuk ke sistem sekarang untuk mengelola data proyek, memantau kemajuan fisik, dan menyusun evaluasi dampak sosial yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.